Para penikmat Durian Monthong siap-siap gigit jari karena dalam rentan waktu 6 bulan ke depan durian ini akan menghilang di pasaran. Ini karena dampak penghentian sementara 13 produk hortikultura untuk periode Januari-Juni 2013, termasuk durian.
Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid mengungkapkan, durian lokal tidak bisa menggantikan Durian Monthong yang bakal menghilang.
"Saya belum lihat (durian monthong menghilang), tetapi subtitusi (pengganti) ke durian lokal tidak bisa dilakukan, karena ini ekspektasi konsumen," kata Satria saat dihubungi detikFinance, Sabtu (26/1/2013).
Durian Monthong adalah salah satu buah yang paling populer di kalangan pelaku usaha ritel seperti supermarket atau swalayan. Buah khas Thailand yang memiliki rasa manis legit dan aroma harum ini biasa dijual di supermarket atau swalayan. Satria mengakui jika durian jenis ini disukai para konsumen.
"Ekspektasi konsumen pada Durian Monthong besar untuk membeli," imbuhnya.
Namun sekali lagi, Satria menegaskan, untuk saat ini durian lokal masih belum bisa menggantikan kedudukan Durian Monthong terutama jika diukur melalui ekspektasi pasar. Selain itu pasokan durian lokal yang tidak berkelanjutan menjadi pertimbangan apakah durian lokal bisa menjadi pengganti Durian Monthong terutama di pasaran ritel.
"Apakah durian lokal seperti Durian Medan bisa mengganti Durian Monthong? Masih ada masalah pada pasokan durian lokal yang tidak berkelanjutan," tegas Satria.
Adapun 13 produk hortikultura yang dilarang mulai Januari-Juni 2013 ini adalah:
Kentang
Kubis
Wortel
Cabai
Nanas
Melon
Pisang
Mangga
Pepaya
Durian
Bunga Krisan
Bunga Anggrek
Bunga Heliconia.
Sumber: Detiknews
Tags: berita impor buah
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone