Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, mengatakan, ketimbang melakukan kudeta lebih baik menunggu setahun lagi, seusai masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) habis. Pasalnya, jika menggulingkan rezim SBY saat ini, tentu akan berdampak pada kondisi rakyat dan berujung kerusuhan.
"Menurut saya jangan lah. Kalau tujuannya menjatuhkan pemerintahan lebih baik jangan. Karena tinggal satu tahun lebih sedikit. Kenapa nggak tunggu saja. Kalau jatuh di tengah jalan terjadi chaos dan yang menderita rakyat," kata Endriartono, usai diskusi bertema 'Penegakan Hukum vs Kepentingan Politik, Islam dan Militer' di Rumah Kebangsaan, Jakarta Selatan, Jumat 22 Maret malam.
Dia melanjutkan, sekalipun melakukan penggulingan pemerintahan SBY dengan cara yang konstitusional, tentunya harus dilakukan secara singkat dan harus dicarikan pengganti yang tepat agar pemerintahan bisa segera berjalan.
"Kalau misalnya diturunkan secara konstitusional kemudian diatur siapa penggantinya dalam waktu singkat, pemerintahan akan tetap berjalan. Rakyat tidak akan menjadi korban," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) akan menggelar aksi besar-besaran menuntut penggulingan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono pada Senin, 25 Maret.
Sumber: Okezone
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone