PAN Kutuk Penembakan di Papua

DPP Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Pemerintah untuk menuntaskan berbagai persoalan yang terjadi akhir-akhir ini di Papua. Khususnya, kasus penembakan yang menewaskan delapan prajurit TNI dan empat warga sipil di Tingginambut dan Sinak, Papua, Kamis (21/2) lalu.

"Kami mengutuk keras tindakan brutal yang telah menewaskan delapan prajurit dan empat warga sipil di Papua, kami ucapkan belasungkawa," kata Ketua DPP PAN Bara Hasibuan menegaskan sikap DPP PAN atas kasus penembakan di Papua, dalam siaran pers, Senin (25/2/2013).

Ulah sekelompok sipil bersenjata di Tingginambut dan Sinak, kata Bara Hasibuan, tentu tidak dapat ditolerir. Pemerintah harus cepat dan tegas menindak para pelakunya.

"Pemerintah harus menemukan penyebab dari konflik yang terus berlangsung, meski Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang sudah berlangsung sejak sepuluh tahun terakhir sudah menekankan pendekatan kesejahteraan," katanya.

Seluruh opsi harus menjadi pertimbangan, termasuk memikirkan opsi dialog antara Pemerintah Pusat dengan seluruh pihak di Papua. "PAN juga mendesak agar isu keamanan dijadikan bagian dari output penyelesaian masalah Papua secara komprehensif," katanya.

Masalah Papua ini, lanjut Bara Hasibuan, akan selalu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Pemerintah dalam konteks keamanan nasional. Manakala tidak dilakukan langkah-langkah komprehensif dan cepat, maka konflik di Papua akan terus mengakar dan menjadi duri dalam daging NKRI.

"PAN khawatir peristiwa gangguan keamanan yang terus terjadi akan dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu yang memang bertujuan membuat instabilitas keamanan di Papua," katanya.

Sumber: Detiknews
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Share this article :
 
 
Support : Online Store | Indahnya Kebersamaan | Information Teknologi
Copyright © 2011. Indonesia Hari Ini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger