"Memang masih ada peluang dimana adanya pemilih yang belum terdaftar, karena itu bisa melapor agar dapat diteruskan kepada kami di KPU Kabupaten Bogor," katanya di Cibinong, Sabtu.
Dengan demikian, kata dia, pihaknya segera akan melaporkannya kepada KPU Jabar untuk didaftarkan menjadi pemilih tetap tambahan.
Atas hal tersebut ia mengimbau bantuan seluruh pihak agar permasalahan tersebut dapat ditanggulangi dengan baik.
"Sekalipun DPT telah ditetapkan bukan berarti selesai sampai di sini, mengingat data yang menyangkut kependudukan ini bersifat dinamis," katanya.
Pihaknya menyadari bahwa untuk mengatakan 100 persen tuntas terlalu berlebihan karena permasalahan itu selalu ada.
"Oleh karena itu, saya meminta partisipasi masyarakat untuk dapat menyampaikan laporan mengenai masih adanya pemilih yang belum terdaftar," katanya.
Pihaknya juga berharap dengan adanya perekaman data kependudukan atau E-KTP yang dilaksanakan oleh pemerintah, penyelenggaraan pemilihan umum pada masa mendatang dapat lebih baik lagi.
"Berkaitan seringkali permasalahan DPT ini terjadi, di manapun dan kapanpun, tentunya kami berharap adanya sistem data kependudukan yang saat ini dilakukan oleh pemerintah yaitu E-KTP jika sudah berjalan dengan baik mudah-mudahan demikian dapat mengikuti data DPT ini menjadi lebih baik lagi," katanya.
Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor di Cibinong, Jumat (11/1), menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 sebanyak 3.339.895 pemilih.
Ketua KPU Kabupaten Bogor Ahmad Fauzi secara simbolis menyerahkan data DPT itu kepada pihak Pemerintah Kabupaten Bogor yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Rudy Gunawan.
Pihak legislatif diwakili langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor Iyus Djuher, dan kepada para perwakilan tim kampanye dari masing-masing calon.
KPU Jabar telah menetapkan lima pasangan yang akan bertarung pada pilgub setempat pada 24 Februari 2013. Lima pasangan itu, adalah petahana Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang diusung PKS, PPP, Hanura, dan PBB.
Petahana lainnya, yakni Dede Yusuf Macan Effendy-Lex Laksamana (PD, Gerindra, PAN, PKB), Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (PDIP), dan Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim (Golkar).
Pasangan lainnya, berasal dari jalur perseorangan adalah Dikdik MA Mansur-Cecep NS Thoyib.
Sumber: Antaranews
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone