Subsidi BBM dialihkan untuk infrastruktur

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, dengan menaikkan harga BBM, maka terdapat subsidi BBM yang dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.

Dari pengalihan subsidi BBM, senilai Rp 9 triliun untuk membangun infrastruktur. "Namun baru Rp 6 triliun yang akan dikucurkan guna membangun infrastruktur, sisanya akan dikucurkan nanti. Jadi BLSM bukan satu-satunya kompensasi atas kenaikan harga BBM," ujar Djoko di Jakarta, Kamis (20/6).

Dana sebesar Rp  6 triliun ini, terang Djoko, akan digunakan untuk membangun jalan, drainase, jembatan, juga  sumber air di 10 ribu desa. Dengan pembangunan infrastruktur tersebut, terdapat 2,5 juta orang yang bekerja selama dua bulan untuk membangun jalan maupun jembatan. 

"Jika satu orang dibayar sebesar Rp 50 ribu per hari, maka ini merupakan pemasukan yang besar bagi orang miskin. Ini juga merupakan salah satu upaya menciptakan lapangan pekerjaan," kata Djoko.

Warga di pedesaan, ujar Djoko, hidupnya akan lebih mudah dengan adanya jalan-jalan baru. Mereka juga mudah mendapatkan  air minum sebab akan dibangun sumber air bersih. "Ini sama saja memangkas pengeluaran warga untuk mendapatkan akses yang mereka butuhkan," ujarnya.

Orang-orang di pedesaan, kata Djoko, tidak perlu kesulitan mencari sumber air. Selama ini masih banyak warga yang harus berjalan hingga dua kilometer untuk mencari sumber air.

Sumber: Republika
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Share this article :
 
 
Support : Online Store | Indahnya Kebersamaan | Information Teknologi
Copyright © 2011. Indonesia Hari Ini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger