JAKARTA - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskeppi) mengindikasikan banyaknya penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan BBM nonsubsidi karena selisih harga yang besar antara BBM subsidi dan nonsubsidi.
"Selama masih adanya perbedaan selisih harga BBM bersubsidi dengan harga BBM nonsubsidi, serta mahalnya harga minyak mentah dunia, maka pemerintah akan selalu berhadapan dengan para penyelundup BBM," ungkap Direktur Eksekutif Puskeppi Sofyano Zakaria, di Jakarta, Senin (4/2/2013).
Karena itu, pihaknya mengimbau agar para penegak hukum dan Pertamina dapat mengawasi secara ketat agar penyelundupan BBM tidak lagi terjadi. Hal ini, menurut dia, setidaknya dengan membuat sistem pengamanan dan pengawasan yang canggih agar tidak dirugikan dari perbuatan pihak-pihak yang berusaha mencari keuntungan besar dengan penyelundupan BBM dari BUMN tersebut.
"Para penegak hukum harus segera mengantisipasi hal ini. Pasalnya Pertamina merupakan pemasok BBM terbesar di negeri ini dan Pertamina harus mewaspadai secara ketat terjadinya penyelundupan BBM miliknya," pungkasnya.
Sumber: Okezone
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone